SUHU NOL MUTLAK

Posted by sTiE _atOmic Sabtu, 25 Agustus 2012 3 komentar
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.

Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C.

Pergerakan acak bahang di dalam gas, cairan, ataupun benda padat semakin berkurang intensitasnya seiring dengan semakin melorotnya suhu. Tapi situasinya menjadi benar-benar berbeda ketika suhu terus turun tajam mendekati nol mutlak, -273,15 derajat Celcius. Pada helium cair, suatu sifat supercair (superfluiditas) yang tidak dapat diterangkan lewat teori-teori fisika klasik terjadi.

Gerak acak atom-atom penyusunnya tiba-tiba saja lumpuh. Atom-atom itu mengubah sifatnya menjadi teratur dalam setiap pergerakannya. Sifat itu menyebabkan suatu cairan tidak lagi memiliki viskositas atau friksi sama sekali: cairan itu dapat mengalir meluapi sebuah cangkir, mengalir keluar melalui pori yang teramat kecil, dan serangkaian efek lainnya yang "tidak biasa".

Nol mutlak atau nol absolut adalah suhu di mana molekul tidak bergerak (relatif terhadap molekul lain secara keseluruhan). Berada pada temperatur yang rendah memiliki beberapa konsekuensi termodinamika, contohnya, pada nol absulot semua gerakan molekular tidak berhenti tetapi tidak memiliki energi yang cukup untuk berpindah ke sistem lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pada temperatur 0 Kelvin energi molekular bernilai minimal.

Referensi: Berbagai sumber
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: SUHU NOL MUTLAK
Ditulis oleh sTiE _atOmic
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://stieatomic.blogspot.com/2012/08/suhu-nol-mutlak.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

3 komentar:

Muhammad Bagus Perwira mengatakan...

Thanks Sangt Brmanfaat

Jangan Lupa Kunjungi Blog Saya
Blogdwikyjp.blogspot.com

sTiE _atOmic mengatakan...

OK, sama2 :D

Anonim mengatakan...

Thank you!

Poskan Komentar

Terimakasih telah sudi membaca dan mampir, jangan lupa tinggalkan komentar Anda yah!!Semoga semua bermanfaat

IKUTI POSTING

Copyright of Corat_Coret